Cara memahami angka, istilah, dan konteks data kekayaan pejabat yang ditampilkan di situs ini.
Netral
Data ditampilkan apa adanya tanpa menghakimi. Angka besar tidak otomatis berarti salah.
Transparan
Semua angka berasal dari LHKPN yang dilaporkan pejabat sendiri ke KPK.
Kontekstual
Baca dengan konteks jabatan, masa kerja, dan wilayah sebelum menarik kesimpulan.
Angka besar bukan otomatis korupsi
Harta Rp 50 miliar bisa wajar untuk pejabat senior yang sudah berkarir 30+ tahun, memiliki bisnis keluarga, atau warisan. Selalu lihat konteks.
Perhatikan tren, bukan satu angka
Kenaikan drastis dari tahun ke tahun lebih menarik dari angka absolut. Gunakan fitur timeline untuk melihat perubahan harta dari waktu ke waktu.
Data bisa tidak lengkap
Tidak semua pejabat melapor setiap tahun. Ada laporan yang detailnya belum tersedia (status 'unavailable'). Jangan langsung simpulkan dari data yang kosong.
Mapping wilayah bersifat otomatis
Wilayah diekstrak dari nama instansi. 'Confidence rendah' berarti mapping mungkin salah — verifikasi manual dibutuhkan.
Bandingkan yang sebanding
Perbandingan harta adil kalau jabatan dan wilayahnya setara. Gubernur vs bupati, atau PNS daerah vs pejabat pusat punya konteks berbeda.
Hutang juga penting
Pejabat dengan harta Rp 10M tapi hutang Rp 8M punya kekayaan bersih hanya Rp 2M. Lihat net worth, bukan hanya total harta.