Bendahara - Badan Pengawas Pemilihan Umum
Wilayah hasil mapping
Identifikasi mengikuti person_id dari sumber data. Nama yang sama dapat merujuk orang berbeda.
Iskandar adalah pejabat yang tercatat menjabat sebagai Bendahara di Badan Pengawas Pemilihan Umum. Tercatat 5 laporan LHKPN dari tahun 2021 hingga 2025. Harta terakhir yang dilaporkan sebesar Rp 207,5 jt, naik 11% dari tahun sebelumnya.
Total terbaru
Rp 207,5 jt
Laporan 2025
Hutang
Rp 51,7 jt
Dilaporkan
Nilai bersih
Rp 207,5 jt
Total LHKPN
Era
Prabowo
berdasarkan tanggal laporan
Laporan
5
Raw DB
Panel ini membandingkan angka sumber dengan rumus baca umum: total harta bersih = subtotal aset - hutang. Angka sumber tidak dikoreksi otomatis.
Dicek
5
Selisih terbesar
Rp 0
Tidak ada selisih pada laporan yang dicek.
Istilah ringkas yang dipakai di halaman detail dan anomali.
Sumbu nilai memakai rentang min-max laporan orang ini agar perubahan antar tahun terlihat.
Perbandingan nilai laporan dengan tahun sebelumnya, termasuk perubahan tiap kategori aset.
Buka kategori untuk membaca item aset. Semua tahun tetap ditampilkan dalam satu baris ledger.
Tanah & bangunan
5 tahun memiliki nilai
Kendaraan
5 tahun memiliki nilai
Harta bergerak lain
Tidak ada nilai tercatat
Surat berharga
Tidak ada nilai tercatat
Kas & setara kas
5 tahun memiliki nilai
Harta lainnya
Tidak ada nilai tercatat
Hutang
4 tahun memiliki nilai
Sinyal awal dari aset baru, kas/surat berharga, revaluasi aset, dan hutang. Bukan tuduhan.
Timeline ini menggabungkan perubahan total, skor audit, dan sinyal aset per tahun.
2021
Jokowi periode 2
Total
Rp 244,2 jt
Perubahan
Tahun awal
Skor
0
2022
Jokowi periode 2
Total
Rp 142,7 jt
Perubahan
Turun Rp 101,5 jt
Skor
0
2023
Jokowi periode 2
Total
Rp 184,9 jt
Perubahan
Naik Rp 42,2 jt
Skor
0
2024
Prabowo
Total
Rp 187 jt
Perubahan
Naik Rp 2,1 jt
Skor
0
2025
terbaruPrabowo
Total
Rp 207,5 jt
Perubahan
Naik Rp 20,5 jt
Skor
0
Klik kategori untuk melihat item seperti tanah, bangunan, kendaraan, kas, dan aset lain pada laporan terbaru.
Tanah & bangunan
1 item
1.
Tanah Dan Bangunan Seluas 360 M2/138 M2 Di Kab / Kota Gayo Lues, Warisan
Rp 180 jt
| Deskripsi | Nilai |
|---|---|
| Tanah Dan Bangunan Seluas 360 M2/138 M2 Di Kab / Kota Gayo Lues, Warisan | Rp 180 jt |
Kendaraan
2 item
1.
Mobil, Toyota Avanza 1300 G. Mini Bus Tahun 2006, Hasil Sendiri
Rp 58 jt
2.
Motor, Honda Nf 125 Sd Tahun 2006, Warisan
Rp 5 jt
| Deskripsi | Nilai |
|---|---|
| Mobil, Toyota Avanza 1300 G. Mini Bus Tahun 2006, Hasil Sendiri | Rp 58 jt |
| Motor, Honda Nf 125 Sd Tahun 2006, Warisan | Rp 5 jt |
Hutang
1 item
1.
Tidak Ada Deskripsi
Rp 51,7 jt
| Deskripsi | Nilai |
|---|---|
| Tidak Ada Deskripsi | Rp 51,7 jt |
Kas & setara kas
2 item
1.
Tidak Ada Deskripsi
Rp 16,2 jt
2.
Tidak Ada Deskripsi
Rp 1.572
| Deskripsi | Nilai |
|---|---|
| Tidak Ada Deskripsi | Rp 16,2 jt |
| Tidak Ada Deskripsi | Rp 1.572 |
Iskandar
Bendahara
Badan Pengawas Pemilihan Umum
Iskandar
Bendahara
Badan Pengawas Pemilihan Umum
Iskandar
Bendahara
Badan Pengawas Pemilihan Umum
Iskandar
Bendahara
Badan Pengawas Pemilihan Umum
Iskandar
Bendahara
Badan Pengawas Pemilihan Umum
| Pejabat | Tahun | Era | Instansi | Total harta | Status |
|---|---|---|---|---|---|
| Iskandar Bendahara | 2025 | Prabowo | Badan Pengawas Pemilihan Umum | Rp 207,5 jt | done |
| Iskandar Bendahara | 2024 | Prabowo | Badan Pengawas Pemilihan Umum | Rp 187 jt | done |
| Iskandar Bendahara | 2023 | Jokowi periode 2 | Badan Pengawas Pemilihan Umum | Rp 184,9 jt | done |
| Iskandar Bendahara | 2022 | Jokowi periode 2 | Badan Pengawas Pemilihan Umum | Rp 142,7 jt | done |
| Iskandar Bendahara | 2021 | Jokowi periode 2 | Badan Pengawas Pemilihan Umum | Rp 244,2 jt | done |